Humor Gus Dur: Rumah Pelatih Sepak Bola

Daftar Isi

Bukan Gus Dur namanya kalau tidak jago melontarkan joke-joke yang dapat membuat orang mengocok perutnya. Sebab bagi Gus Dur, humor sudah menjadi sebuah nutrisi yang menyehatkan. Bahkan dirinya tidak lupa untuk melontarkan humornya itu dalam setiap kesempatan, baik pada forum resmi maupun selainnya.

Karena itu, hingga kini Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor di dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.

Humor Gus Dur: Rumah Pelatih Sepak Bola

Seperti humor Gus Dur yang dikutip dari NU Online, pada suatu hari, Brodin, seorang bos klub sepak bola asal Madura sedang membuka-buka buku sepak bola tentang berbagai permainan teknik dunia termasuk teknik catenaccio dari Italia.

Setelah membaca koran dan mengetahui bahwa Gus Dur akan memakai teknik catenaccio itu dalam menghadapi berbagai guncangan, bukan main girangnya Brodin. Sebab, sosok Gus Dur bukan seseorang yang asing di telinga orang-orang Madura. 

Hingga pada suatu ketika, Brodin ingin segera ketemu Gus Dur. Ia berangkat ke Jakarta dengan kereta api dan turun di stasiun Gambir, yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal Gus Dur. 

Brodin kemudian mendapatkan alamat rumah Gus Dur dari seorang tukang bajaj. Si Tukang bajaj lalu menunjuk tempat yang tidak jauh dari stasiun Gambir, di mana memang rumah Gus Dur dekat situ.

Setibanya di depan rumah Gus Dur, di dekat Monas yang baginya mirip Istana, Brodin cukup lama termangu-mangu hingga akhirnya ditegur penjaga di lokasi.

"Cari siapa, pak?” tanya petugas penjaga kepada Brodin.

“Saya pengen ketemu Gus Dur, pak,” kata Brodin.

"Ada keperluan apa ya pak?” tanya penjaga itu kembali.

“Tadinya saya ingin Gus Dur menjadi pelatih sepak bola di klub saya di Madura. Saya juga tadinya sekalian hendak bertanya berapa biaya transfernya. Saya dan teman-teman di klub sudah mengumpulkan duit. Tapi nggak jadi,” jelas Brodin. 

“Memang kenapa pak?” tanya petugas mencoba terus mengikuti perkataan Brodin.

"Aduh, ternyata rumah Gus Dur kayak gini. Kalau harus segede ini mana saya sanggup pak. Ternyata klub sepak bola di Jakarta kaya sekali ya pak. Rumah pelatihnya saja kayak istana,” ujar Brodin

Posting Komentar