apa manfaat memondokkan anak ke pesantren di era modern ini ? Begini penjelasan lengkapnya

Daftar Isi
Memondokkan anak adalah salah satu mendidik anak secara lahir dan batin. Apalagi pada zaman sekarang ini, dimana akhlak sudah di nomer sekiankan. Saat ini orang menilai orang lain dengan penampilannya, bukan lagi dengan akhlaknya.

Manfaat memondokkan anak

Berbeda dengan tahun 90-an, dimana saat itu masyarakat meninggikan derajat seseorang lantaran akhlaknya yang bagus. Tak jarang orang yang memiliki pendidikan madrasah alumni pesantren menjadi tokoh yang disegani di masyarakat.

Baca juga : Begini cara memilih pondok pesantren yang berkualitas untuk anak anda

Namun, saat ini berbanding terbalik. Alumni pesantren tak menjamin bisa menjadi tokoh di masyarakat. Siapa yang kaya dan pintar dialah yang diikuti.

Apakah saat ini memondokkan anak masih dibutuhkan ? Tentu, saat ini marak sekali terjadinya pergaulan bebas yang tak bisa dianggap sepele. Cara yang paling efektif agar anak dapat menjadi putra-putri yang baik adalah nyantri.

Bagi Anda yang belum pernah merasakan indahnya menjadi santri, Namun. ingin memondokkan anaknya perlu kiranya anda mengetahui manfaat apa saja ketika menjadi seorang santri ? simak penjelasan berikut



Manfaat memondokan anak pada zaman modern ini


1. Mempunyai sopan santun


Mempunyai anak yang berahkhlak adalah harapkan yang diimpikan oleh banyak orang tua. Namun, ketika orang tua mendidik anaknya sendiri justru tidak akan mampu. mengapa demikian ? alasannya karena pekerjaan yang terlalu sibuk mencari nafkah untuk keluarganya sehingga membuatnya tidak sempat menasehati, mengajarkan ajaran-ajaran tentang akhlak kepada anaknya.

Jawaban yang paling tepat untuk dapat menjadikan putra-putri anda anak yang Sholeh dan Sholehah ialah dengan menjadikannya seorang santri ( mondok ). Disana santri akan terdidik dengan ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan Akhlakul Karimah.

2. Menghormati jasa guru


Seperti yang anda ketahui pada beberapa tahun ini, banyak sekali kejadian guru dituntut lantaran menghukum muridnya yang nakal. Kejadian ini bukan hanya satu kali, namun sudah beberapa kali terjadi diberbagai daerah dinegri ini. Guru yang seharusnya menjadi teladan, kini tak lagi dihargai.

Berbanding terbalik dengan pendidikan yang diajarkan di pesantren. dimana seorang santri/murid tunduk dan patuh terhadap perintah gurunya.

Ketika Santri melihat Kyai/Ustad/Ustadh yang berjalan, maka dengan menunduk santri diam seraya mengharapkan keberkahan. sungguh pemandangan yang sangat indah tak pernah ditemui kecuali dilingkungan pesantren.

3. Pintar masalah agama


Perlu diketahui bahwa zaman sekarang banyak sudah bermunculan Ustad-ustad yang hanya bermodalkan hijrah tanpa mengenal lebih dalam lagi tentang ilmu agama. Namun, bisa terkenal di masyarakat luas sebab vidionya yang viral di media sosial. Bukannya menjadi penutan ummat, tapi menjadi penyesat ummat.

Tujuan yang sebenernya bukan untuk menjadikan anak Anda sebagai pablik figur, Tapi lebih kepada menjadi muslim sejati dengan mendalami ilmu-ilmu agama Islam. Di pesantren santri akan diajarkan kitab yang membahas secara mendalam melalui tahapan-tahapan. Tak ada ruginya jika anda menjadikan putra-putrinya menjadi seorang santri.

4. Mendapatkan dua ilmu


Pesantren saat ini juga mengikuti perkembangan zaman, Namun tetap tidak menghilangkan ciri khas sebagai pondok pesantren itu sendiri. Tak hanya madrasah diniah ( non formal ) saja yang diajarkan di pesantren,Tapi sekolah formal juga lengkap mulai dari SD, mTs, SMP, SMA sederajat bahkan sampai perguruan tinggi.

Itu artinya jika anak anda menjadi santri, maka ilmu yang didapatkan ialah pendidikan forma dan non formal.

5. Mandiri


Kehidupan di pesantren tidaklah sama dengan keadaan dirumah. Jika dirumah anak terbiasa dilayani oleh ibunya, seperti makan, pakaian, cuci baju dan seragam, semua dilakukan oleh ibunya. Berbeda dengan kehidupan di pesantren, dimana semuanya harus dikerjakan sendiri. Santri dituntut untuk bisa mandiri, agar kelak ketika pulang dari pesantren tidak lagi menyusahkan orang lain.

6. Sederhana


Meskipun saat ini pesantren sudah banyak difasilitasi oleh tempat tidur yang nyaman, makan tinggal beli. Namum, tetap jiwa kesederhanaan santri tidak akan hilang, seperti makan bersama teman dalam satu wadah, Sabun SCTV ( satu untuk semua ). Hal itu akan terus tertanam dalam benak seorang santri.

Maka, jangan heran kalau santri sudah terbiasa hidup sederhana, karena mereka dididik untuk hidup saling membantu dalam kebaikan dan kesederhanaan.

7. Banyak Teman


Santri yang bermukim di pesantren, tentu bukan hanya teman se-kampung, se-desa, se-kecamantan bahkan se-kota. Namun dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu tempat yaitu asrama santri. Dengan menjadi santri anak bisa mempunyai teman yang banyak dari kalangan yang berbeda tapi tetap dengan satu tujuan yaitu mengharapkan keberkahan.

8 Menantu idaman


Memiliki menantu yang kaya, Cantik, tampan, mempunyai gelar Doktor memang banyak dicari saat ini. Sebenernya, menantu yang benar-benar dibutuhkan ialah bisa menjadi imam yang baik jika laki-laki, dan menjadi istri yang Solehah jika seorang perempuan. alm. Bj. Habibi penrah mengatakan " hal yang membuat saya paling menyesal adalah tidak pernah menjadi santri ( mondok )".

Itulah sedikit pengalaman yang bisa bagikan mengenai manfaat menjadi santri dizaman modern ini. Silahkan ditambahkan jika ada kekurangan. artikel ini akan di-update jika mempunyai masukan yang baru.
               
         
close
   
        Banner iklan disini