5 Cara agar Ide Kamu Disetujui Bos, karyawan wajib tau

Daftar Isi
Cara agar ide disetui bos, Memberikan ide dalam pekerjaan kepada bos merupakan suatu hal yang bisa menjalin komunikasi yang baik dengan atasan. Apalagi ide yang disampaikan diterima oleh Bos. Tentu anda akan diberikan nilah plus oleh bos. 

Dalam dunia kerja, setiap karyawan dituntut untuk memberi sumbangsih ide, gagasan, atau pemikiran yang berguna bagi kemajuan perusahaan. Baik itu ide proyek, strategi mencapai target, bahkan ide tentang cara menjaga hubungan baik dengan klien.

Faktanya, begitu sudah dikasih ide, selalu ditolak atasan dengan berbagai alasan. Ada juga atasan yang enggan mendengarkan usulan yang kamu berikan.

Memberi ide dalam setiap rapat memang bagus. Tetapi setidaknya bukan asal ide. Hanya sekadar ingin terlihat aktif di forum. Memberi ide atau usulan harus realistis dan sesuai visi misi perusahaan, sehingga ide kamu patut dipertimbangkan atau malah langsung di acc si bos.

Nah berikut ini cahsantri.com akan memberikan tips agar ide yang anda sampaikan dapat diterima oleh bos. Simak baik-baik yaa


Berikut tips Agar ide Disetuji Bos

Khusus Karyawan, Ini 5 Cara agar Ide Kamu Disetujui Bos

1. Dihubungkan dengan produktivitas


Setiap tiga bulan, per semester, atau tahunan seringkali dilakukan evaluasi pekerjaan tim maupun individual. Dalam hal ini yang menyangkut produktivitas.

Bila selama periode tersebut dirasa produktivitas kamu atau tim menurun, maka kamu dapat melempar ide yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas. Sebagai contoh, pekerjaan menulis artikel kamu dan tim tidak mendulang pageview tinggi di tahun lalu.

Kamu bisa menyampaikan ide untuk kembali mendongkrak pageview dengan fokus menulis artikel SEO dan artikel-artikel terbaru.

Ide proyek artikel SEO tersebut sangat memungkinkan untuk digarap, karena masih berhubungan dengan bidang pekerjaan kamu dan tim. Selain itu, proyek ini dapat dimasukkan ke dalam pekerjaan sehari-hari


2. Menjawab kebutuhan konsumen


Setiap perusahaan pasti ingin menjawab kebutuhan konsumen yang bisa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Ide segar sangat diperlukan dalam hal ini.

Misalnya, sekarang ini tren belanja konsumen mengarah ke digital. Lewat aplikasi agar lebih mudah, praktis, dan cepat. Jika perusahaan kamu masih kuno atau melakukan cara konvensional, seperti hanya mengandalkan penjualan offline, bisa kalah bersaing.

Kamu dapat mengajukan usulan agar perusahaan membuat aplikasi khusus agar konsumen dapat belanja produk perusahaan secara online. Merambah pula marketplace atau situs jual beli online, sehingga semakin banyak pembeli.

Tak ketinggalan untuk memberi harga bersaing, maupun promo menarik seperti gratis ongkir. Inilah yang selalu disuka konsumen.

3. Kaitkan dengan manfaat


Ide baru kamu bakal disetujui atasan jika memiliki manfaat. Manfaat bagi diri sendiri, tim, dan tentunya untuk perusahaan. Contohnya, ide berkolaborasi dengan divisi lain.

Dalam pekerjaan, kamu dituntut untuk mampu bekerja sama dengan tim. Baik tim sendiri maupun tim dari divisi lain. Ketika kamu terbiasa bekerja mandiri, tidak ada tektokan dengan divisi lain, perusahaan akan menganggap kamu tidak mau membangun sinergi di tempat kerja.

Padahal itu sangat penting. Oleh karena itu, keluar dari zona nyaman. Misal kamu adalah seorang content writer, beri ide ke atasan ingin bekerja sama dengan tim digital marketing untuk membantu penulisan newsletter maupun sosial media.

Tentunya ini sangat bermanfaat bagi kamu dan tim konten di divisimu. Kamu dan rekan kerja dapat belajar hal-hal baru, berkomunikasi dengan tim dari divisi lain, supaya dapat mencapai target perusahaan bersama.

4. Menunjukkan kesungguhan


Mengusulkan ide pekerjaan artinya kamu mampu untuk mengemban tugas baru tersebut. Sebab, jika memang disetujui, bos pasti akan mempercayakan ide tersebut untuk kamu jalankan.

Maka dari itu, tunjukkan saja kesungguhanmu. Bahwa kamu siap melaksanakannya, karena ide pekerjaan ini dapat memberi keuntungan bagi semua pihak. Selain itu, sangat realistis untuk digarap dengan kemampuan dan keahlian yang kamu miliki.


5. Sampaikan saat "Kondisi" tepat


Menyampaikan ide agar diterima si bos bukan cuma masalah bagus, rasional, dan realistis. Tetapi mempertimbangkan situasi dan kondisi (sikon).

Utarakan ide saat sikonnya tepat. Misalnya ketika sedang melakukan brainstorming, rapat, atau di luar suasana tersebut, namun tetap kondusif. Seperti ketika atasan sedang senang, gembira, atau tidak bad mood

Itulah tips agar ide yang anda sampaikan dapat diterima oleh bos. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga artikel terkait lainnya :

Posting Komentar