Sejarah Idul Adha Singkat : Kisah Nabi Ibrahim Kurbankan Putranya

Daftar Isi
Hari Raya Idul Adha tak bisa terlepas dari sejarah yang melibatkan peristiwa penting Nabi Ibrahim yang menyembelih putranya, yaitu nabi Ismail
Pristiwa ini tentunya merupakan sejarah umat muslim yang harus diketahui bersama, agar tidak salah paham dalam memahami sejarah islam. 


Hari raya idul adha dirayakan setiap satu tahun sekali yaitu pada bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini juga umat muslim seluruh dunia melakukan ibadah haji. 

Tepat pada tanggal 10 Juli 2022, umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Hari raya ini juga seringkali disebut Hari Raya Kurban.

Hari Raya Idul Adha punya kekhasan tersendiri lantaran umat Islam disunahkan untuk melakukan penyembelihan hewan ternak berupa kambing, atau sapi. Daging hasil dari penyembilhan tersebut akan dibagi-bagikan kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu. 


Hari Raya Idul Adha juga tak bisa terlepas dari sejarah yang melibatkan peristiwa penting bagi Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sebagai muslim yang baik sudah sepatutnya kita mengetahui pristiwa penting tersebut.

Bagaimana sejarah dari Hari Raya Idul Adha, serta pelajaran apa yang bisa kita ambil dari pristiwa tersebut untuk kehdupan kita ? Jawabnnya ada pada artikel dibawah ini, mari kita simak

Sejarah Idul Adha Singkat : Kisah Nabi Ibrahim Kurbankan Putranya

Pada saat itu Nabi Ibrahim AS mendapat wahyu perintah dari Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail, anaknya sendiri.

Mimpi tersebut membuat Nabi Ibrahim galau karena harus mengorbankan anaknya sendiri. Apakah ia sebagai seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri ?

Ketaatannya kepada Allah SWT lebih besar dibandingkan dengan kecintaan kepada, anaknya, Ismail. Hal ini dibuktikan dengan Nabi Ibrahim yang akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ada dalam mimpinya saat itu.

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ

Artinya: “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.” (Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 102).

Bukannya bersedih atau takut, Ismail yang juga melihat mimpi ini sebagai perintah Allah SWT pun menjawab dengan penuh kesabaran dan keihklasan :

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Dengan berserah diri kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim pun membaringkan Ismail di atas pelipisnya, setelah itu Allah SWT pun berfirman kepadanya:

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik.” (Surat As-Shaffat, ayat 104 -105).

Sebagai balasan atas ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail, Allah pun mengganti Ismail dengan seekor hewan ternak (Qurban) yang besar.

Dengan adanya peristiwa itu, dimulailah kegiatan berkurban pada hari Raya Idul Adha yang berlangsung hingga saat ini.


Makna Idul Adha dalam kehidupan sehari-hari dapat direnungkan kembali dari pengorbanan Nabi Ibrahim, misalnya apa yang kita telah berikan kepada keluarga yang membesarkan sedari kecil.

Selain itu, dengan berkurban, manusia makin mengerti bahwa Allah tidak hendak menghinakan manusia dengan cobaan, serta tidak ingin menganiaya manusia dengan ujian.

Dari peristiwa Nabi Ibrahim juga menjadi pelajaran bahwa Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara total.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: ”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Semoga dengan adanya sejarah singkat idul adha yang menceritakan kisah nabi Ibrahim dan Putranya nabi Ismail, dapat memberikan manfaat untuk kehidupan kita sehari-hari. Semoga artikel ini brmnafaat. 

Baca juga artikel seputar bisnis idul adha :



Sumber Referensi:

Kisah Nabi Ibrahim, Ismail dan Sejarah Hari Raya Idul Adha. Sumut.idntimes.com 
Sejarah Idul Adha: Peristiwa Nabi Ibrahim Dan Makna yang Bisa Kita Petik. finansialku.com

Posting Komentar

               
         
close
   
        Banner iklan disini