Humor Lucu Gus Dur : Ketika belajar membaca Al-Qur'an

Daftar Isi

Abdurrahman Wahid atau disukai banyak orang disebut Gus Dur merupakan seorang tokoh nasional, guru bangsa, cendikiawan, dan terhitung tokoh muslim berasal dari Nahdlatul Ulama. 

Humor lucu Gus Dur

Beliau pernah mengemban amanah sebagai pejabat publik tertinggi di Indonesia, yaitu sebagai presiden Republik Indonesia keempat.

Walaupun Gus Dur menjabat presiden terbilang cukup singkat, tapi penduduk tetap mencintai dan mengenangnya, apalagi penduduk semua golongan, baik berasal dari agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Konghucu, dan sebagainya.

Baca juga : Humor Lucu Gus Dur : Sebuah Keputusan Rapat

Di samping itu, Gus Dur terhitung kerap melontarkan humor-humor lucu kepada para pendengarnya. Sehingga beliau diakui sebagai figur yang tidak kaku, dikarenakan ia kerap meluangkan bercanda di sela-sela aktivitasnya.

Karena bagi Gus Dur sendiri, humor itu seperti sudah menjadi sebuah nutrisi menyehatkan di samping itu juga mencerdaskan, sehingga menjadi hal yang mutlak untuk mendengarkan humor itu.

Kemudian humor-humor yang beliau sampaikan, kadang-kadang hanya untuk mencairkan suasana. Namun tidak hanya itu, bila diperhatikan secara mendalam bahwa humor Gus Dur juga apat diakui sebagai kritik sosial dan pelajaran mutlak yang penuh hikmah bagi kami semua.

Dalam hal ini, penulis akan memaparkan humor dari Gus Dur mengenai “Ketika Belajar Membaca Al-Qur’an”. Simak baik-baik humornya

Baca juga : Humor Lucu Gus Dur : Hebatnya Anggota Banser

Pada suatu ketika, ada seorang santri yang tengah belajar membaca Al-Qur’an pada seorang kiainya. Waktu itu ia belajar membaca surah Quraisy.

Kemudian pak kiai pun menyuruhnya untuk mengawali belajar membaca Al-Qur’an.

Sang santri pun memulainya: “Bismillahirrahmaanirrahim. Li ila fiquraisyin iila fihim rihlatas syitaa’i wasshaifi”.

Pak kiai pun sontak membetulkan bacaan santri tersebut dengan menghentikan bacaannya.

“Wasshaiffff”, kata kiainya.

“Wasshaifi”, katanya santri tersebut.

“Wasshaiff”, katanya pak kiai itu, sembari menjelaskan bahwa waqaf itu harus dimatikan akhirnya, jangan dibaca lagi, maka bacanya menjadi : “Wasshaifff”.

Namun santri itu masih tidak paham, kendati sudah dijelaskan oleh pak kiai.

“Wasshaifi”, sang santri membaca lagi namun tidak ada perubahan.

Akhirnya pak kiai itu pun tidak sabar dengan santrinya. Ketika sang santri membacanya lagi, “Wasshaif”, kiai itu pun langsung dengan cepat memegang bibir santri itu menggunakan tangan kanannya.

“Nah, begini baca yang benar, “Wasshaiff”, ucap pak kiai itu sambil melepaskan mulut santri itu dengan tangannya.

Tetapi, setelah tangan pak kiai itu terlepas berasal dari memegang mulut santri tersebut, senantiasa saja tetap ada bunyi “Fi” dari mulut santrinya itu

Itulah sedikit humor Gus Dur yang bisa mencairkan suasana. Semoga terhibur

Baca juga humor lucu Gus Dur lainnya :  

Posting Komentar

               
         
close
   
        Banner iklan disini